Tata Cara Mengerjakan Ibadah Haji Tamattu

Sudah tinggal berapa tahun lagi antrian keberangkatan haji Anda? Jika Anda sudah daftar haji 10 tahunan yang lalu, seharusnya waktu Anda tinggal beberapa tahun lagi. Apalagi jika Anda ambil Haji Plus. Anda pasti lebih cepat berangkat haji.

Jika waktunya sudah hampir tiba, Anda harus segera melakukan persiapan. Bukan hanya persiapan uang untuk melunasi biaya haji tapi juga persiapan pengetahuan tentang haji. Karena bagaimapun juga Anda harus tahu tata cara melaksanakan haji.

Kebanyakan jamaah Indonesia memilih haji tamattu. Ini sesuai dengan situasi dan kondisi. Namun, tidak menutup kemungkinan juga Anda melaksanakan haji yang lain.

Apa Itu Haji Tamattu?

Sebenarnya, ada tiga macam pilihan melaksanakan ibadah haji. Masing-masing dilakukan dengan tata cara yang berbeda.

Misalnya saja haji ifrod. Ifrod artinya satu. Jadi, ini hanya pelaksanaan haji saja. Artinya, orang yang berniat haji ifrod hanya melaksanakan haji saja, tidak umroh. Jadi, mereka melakukan rukun haji saja, tidak melakukan rukun umroh.

Yang kedua adalah haji qiron. Ini adalah haji dengan berniat melakukan umroh sekaligus. Ada rukun haji dan umroh yang sama, seperti wukuf dan sa’i. Jadi, setelah melakukan rukun haji, lalu ditambah lagi melakukan rukun umroh.

Yang ketiga adalah haji tamattu. Ini yang sebagian besar jamaah haji lakukan. Jadi, ini adalah melaksanakan umroh dulu baru haji. Jadi, setelah semua pelaksanaan umroh selesai dilakukan, baru kemudian jamaah berniat melakukan haji.

Jika ingin melaksanakan haji tamattu, maka Anda harus datang ke Tanah Suci lebih awal. Jika Anda daftar haji furoda dan travel haji furoda Anda menjadwalkan haji tamattu, maka Anda akan datang ke Tanah Suci sebelum tanggal pelaksanaan haji dimulai.

Menurut fikih, haji tamattu ini yang paling disunnahkan. Nabi Muhammad SAW sendiri yang menyuruh para sahabat untuk memilih haji yang satu ini.

Kelemahan Memilih Haji Tamattu

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jika Anda ingin haji tamattu, maka Anda harus datang lebih awal. Bisa saja Anda kloter paling awal. Bisa juga Anda ikut biro travel tertentu karena Anda ambil haji plus atau haji furoda sehingga keberangkatan ditentukan oleh travel itu sendiri.

Namun, ada satu kelemahan. Dengan memilih haji tamattu, maka Anda harus membayar dam. Apa itu dam? Dam artinya denda. Jadi, dam harus dibayarkan setelah umroh tamattu dilakukan. Dam harus dibayarkan sebelum melakukan ibadah haji.

Lalu, bagaimana cara membayar dam? Ada tiga cara yang bisa Anda pilih. Yang pertama membayar dam dengan cara membeli kambing, menyembelihnya, dan langsung menyerahkan kepada penjual kambing tersebut.

Cara yang kedua, Anda bisa bayar dam kepada pihak KBIH atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji. Yang ketiga, Anda bisa titipkan kepada mukimin di sana.

Apapun pilihannya, pastikan dam diserahkan kepada orang yang sesuai dengan kriteria, yaitu fakir miskin. Biasanya, akan lebih tenang jika Anda serahkan pada KBIH. Mereka sudah paham kemana dam harus diberikan. Sudah ada rekening yang dikelola oleh pemerintah. Dan bank tersebut juga akan menyerahkan dam pada orang sesuai dengan kriteria Syariah.

Kenapa Memilih Haji Tamattu

Setiap orang pasti memiliki alasan yang berbeda mengapa memilih haji tamattu. Namun, setidaknya dua alasan ini yang sering digunakan. Yang pertama, mereka ingin menyelesaikan dua ibadah sekaligus juga. Memang yang paling utama adalah haji karena ibadah haji itu wajib bagi mereka yang mampu. Namun, saying sekali jika sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak tapi hanya melakukan ibadah haji tanpa umroh. Untuk itu, mereka ingin memaksimalkan waktu untuk mengerjakan dua ibadah tersebut.

Yang kedua, mereka ingin lebih lama berada di Tanah Suci. Jika Anda ambil haji furoda, kemungkinan Anda akan berangkat lebih awal. Travel akan menjadwalkan agar Anda dan jamaah datang lebih awal dan bisa melakukan umroh terlebih dahulu.

Tentu setiap travel haji furoda memiliki jadwal sendiri. Karena ini juga terkait dengan biaya dan akomodasi. Yang pasti, haji furoda itu snagat memanjakan. Jamaah akan mendapatkan layanan yang ekstra, seperti perjalanan lebih awal, hotel bintang 5 yang dekat dengan Masjidil Haram, dan lain sebagainya.

Apapun haji yang Anda laksanakan, kerjakan dengan sesuai dengan syariat yang sudah tentukan. Ini penting agar Anda mendapatkan predikat haji yang mabrur. Syaratnya hanya satu. Anda mengerjakan haji dengan ikhlas sesuai dengan aturan syariat.