Rumah Minimalis Atap Miring

Belakangan ini pada tahun 2020 rumah atap miring begitu ngetren. Desainnya cocok digunakan untuk wilayah Indonesia beriklim tropis. Faktanya kebanyakakn rumah yang ada di Indonesia telah membat rumah maupun tempat hunian menggunakan atap miring. Hal itu dibuktikan dengan adanya rumah konvensional yang mayoritas menggunakan atap miring.

Tak hanya itu, atap tidak hanya berfungsi untuk melindungi bangunan dari cuaca yang ada. Namun atap juga berfungsi sebagai penambah estetika rumah. Atap miring atau sloping roof bisa dijadikan suatu hal untuk mempercantik rumah anda. Bagi anda yang tinggal di area lahan minimal maupun maksimal bisa menggunakan desain rumah minimalis dengan  menggunakan beberapa desain atap miring.

Perbedaan rumah konvensional dengan rumah minimalis atap miring

Pixabay.com

Meski pun keduanya memiliki atap miring namun terdapat perbedaan dari keduanya dianataranya:

  1. Bahan baku atap

Bahan baku atap antara rumah konvensional dan rumah minimalis sangatlah berbeda. Di mana rumah konvensional sering mengguakan bahan baku genteng dari tanah liat. Tanah liat yang prosesnya dengan cara pembakaran akan menghasilkan satu warna. Namun seiring dengan perkembangan zaman, para pelanggan bisa memilih warna genteng dengan cara pengecatan. Namun hasilnya tetap sama, genteng masih mudah pecah dan mengalami korosi.

Sedangkan Rumah minimalis atap miring menggunakan genteng bitumen. Genteng ini berasal dari aspal yang tidak mudah mengalami korosi. Jika dibandingkan dengan genteng tanah liat, bitumen ini memiliki penggunaan jangka waktu yang panjang. Tak hanya itu, bobotnya yang rendah dengan daya tahan tinggi membuat genteng bitumen lebih digemari oleh masyarakat sekarang.

  1. Pemilihan warna

Pada atap Rumah minimalis atap miring biasanya identik dengan warna monokrom. Dimana warna cat dinding sama dengan atap miring. Sedangkan pada rumah konvensional warna atap selalu kecoklatan. Hal tersebut dikarenakan bahan baku dari tanaah liat dengan proses pembakaran. Dengan adanya perbedaan ini, rumah atap miring biasanya mudah dikenal oleh banyak kalangan. Desainnya pun begitu unik dengan pemilihan warna yang senada dengan warna dinding.

  1. Penerapan desain

Perbedaan penerapan desain rumah minimalis dengan konvensional bergitu terlihat ketika anda melihat bangunan yang ada. Dalam rumah konvensional, susunan atau bahan baku yang digunakan tidak begitu modern. Berbeda dengan rumah minimalis atap miring, rumah ini mengutamakan desain dan ketahanan bangunan. Tak heran jika bahan baku yang digunakan begitu mahal. Hal tersebut digunakan untuk jangka waktu yang panjang.

Jenis-jenis rumah atap miring

Pixabay.com
  1. Atap miring kombinasi

Bangunan rumah yang menggunakan atap miring kombinasi biasanya berukuran besar dengan lahan yang luas. Dengan adanya atap miring kombinasi ini akan membuat bangunan semakin sejuk. Hal tersebut dikarenakan sinar matahari yang tidak terlalu banyak masuk ke bangunan. Biasanya desain bangunan yang menggunakan atap miring dan atap horizontal termasuk golongan rumah atap miring kombinasi.

  1. Atap miring gergaji

Atap miring gergaji dapat digunakan untuk wilayah bangunan yang memiliki luas lahan minim maupun maxsimal. Seperti rumah minimalis yang dibangun dengan atap miring gergaji ini biasanya pemilik tidak menyukai sloping roof yang menonjol. Atap miring gergaji ini berbentuk gergaji mirip dengan huruf M.

  1. Atap miring lahan terbatas

Bagi anda yang memiliki lahan terbatas cocok menggunkana atap miring lahan terbatas. Pasalnya atap miring jenis ini cocok digunakan untuk pemilik lahan terbatas. Pemilik bangunan bisa mendesain atap miring agar tidak terlalu ekstrem membangun tingkat kemiringan atap. Jika menginginkan desain rumah minimalis dengan atap miring namun lahan minim, dapat menggunakan desain ini. Bagi pemilik bangunan tak perlu khawatir terjadi tampias ke tetangga. Anda dapat memberikan jarak atap terhadap rumah tetangga.

  1. Atap miring dormer

Bagi anda yang kurang menginginkan desain atap kombinasi dapat mencoba jenis atap miring dormer. Pasalnya atap dormer ini agak mirip dengan atap kombinasi. Namun perbedaannya terdapat pada sisi candela yang ditonjolkan. Pada atap miring dormer terdapat bagian candela yang sengaja ditonjolkan dengan bagian sisi sloping roof yang menonjol keluar pula. Hal tersebut menjadi ciri khas dari atap miring dormer sendiri.

  1. Atap miring trepesium

Rumah minimalis yang menggunakan atap miring trepesium ini memiliki kesan berlahan luas. Atap model seperti ini memiliki empat sisi yang berbeda dengan bagian kiri kanan yang berukuran sama. Sedangkan bagian depan belakang memiliki ukuran tersendiri. Dengan adanya empat sisi ini, bangunan yang meggunakan atap miring trepesium ini tidak mudah terkena sinar matahari. Pasalnya bangunan dikelilingi oleh atap dari psegala penjuru arah.

  1. Atap miring piramida

Bagi bangunan yang menggunakan jenis atap piramida ini memiliki kesan tinggi. Atap yang mirip dengan hburuf A ini dapat anda coba ketika anda bosan dengan desain atap miring lainnya. Atap yang berbentuk segitiga sama kaki ini berukuran sama setiap sisinya. Rumah dengan desain seperti ini cocok digunakan berbagai jenis ukuran lahan. Jadi anda tidak perlu khawatir jika ukuran lahan anda luas maupun sempit. Atap miring piramida ini cocok digunakan untuk semua jenis lahan.